Beradaptasi di Tanah Rantau
Masih ingat dulu awalnya tidak diizinkan oleh orang tua untuk kuliah di Universitas Indonesia. Alasannya karena tidak ada saudara di Jakarta. Orang tua masih khawatir melepas anak perempuannya sendirian di tanah rantau yang cukup jauh. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya awal semester dua kelas tiga SMA, orang tua mengizinkan untuk mendaftar di Universitas Indonesia. Alhamdulillah pada bulan Mei 2011 Allah mengabulkan doa-doa kami. Saya adalah tipe orang yang akan berkembang jika diberi tantangan. Selain itu, lebih suka learning by doing. Lebih baik gagal daripada tidak pernah mencoba. Terima kasih orang tua yang telah memberi restu merantau agar saya dapat belajar banyak hal. Awal merantau saya bersyukur mempunyai keluarga pengganti di tanah rantau. Teman-teman dari Kebumen yang sering menemani hari-hari di asrama. Saya jarang sekali merasakan homesick. Di kampus saya juga berteman dengan siapa saja mulai dari anak nongkrong Kansas, anak mushola, anak organisasi, dan lai...