Postingan

Allah’s Timing is Always Perfect, Dear, Always

Salah satu kebohongan yang menyakitkan yaitu membohongi diri sendiri. Kamu bisa jadi berpura-pura lupa, kamu bisa jadi berpura-pura tidak apa-apa. Namun kamu tak bisa berpura-pura ikhlas. Ikhlas memang tak semudah mengucapkannya. Ketetapan-Nya menguji kita untuk berlatih ikhlas. Aku pun masih berlatih untuk menerima. Terkadang manusia hanya dapat merencanakan dan berusaha. Ketetapan hasil adalah milik Allah. Terkadang kita tak mengerti mengapa hal yang bagi kita sebuah kegagalan harus terjadi. Bukankah kita sudah berusaha? Mungkin saat ini, tak ada jawaban mengapa kita harus mengalaminya. Seiring waktu, jawaban itu akan muncul dengan sendirinya. Pada kenyataannya, Allah’s timing is always perfect dear, always. Bukannya Allah tak sayang. Dia memberi waktu diriku untuk mengevaluasi diri. Manusia tempat salah, aku pun tak luput dari kesalahan. Mungkin saja masih terselip kesombongan dalam diri. Merasa diri ini mampu padahal segala kemampuan datangnya dari Allah. Diri ini mungkin masi...

Berprasangka Baiklah

Gambar
Ujian adalah proses pendewasaan diri. Allah tidak memberi cobaan di luar batas kemampuan kita. Allah does not burden a soul beyond that it can bear (Al Baqarah: 286) Jangan berprangsangka buruk pada Allah. Ketika kita sudah memutuskan memperbaiki diri dan mencoba meningkatkan iman bukan berarti tidak akan diuji. Allah akan menguji kita untuk mengetahui keseriusan kita. Dengan ujian, Allah ingin tahu siapa yang jujur dan siapa yang tidak. Orang yang beriman tercipta karena ujian. Yang kuat, khusyuk dalam ibadah. Yang tidak kuat, terjebak dalam dosa. Cara menghadapi ujian dengan memuji Allah. Rumusnya dengan selalu berprangsa baik kepada Allah. Kenali Allah dengan benar. Tajamkan pengetahuan agama, rapikan ibadah.Berilmulah sebelum berkata dan beramal. Jadilah orang yang bertaqwa. Allah bangunkan kita di pagi hari karena Allah yakin kita bisa menaklukan dunia. Bismillah Tulisan terispirasi dari kajian Ustad Subhan Bawazier

Percuma dong Kuliahnya?

Gambar
Pertanyaan tadi tidak hanya sekali pernah ditanyakan ke saya. Menurut saya wajar saja orang mempertanyakan pilihan saya untuk beralih bidang studi.  Saya kembali ingin menulis tentang pengalaman ini karena beberapa teman yang curhat tentang beralih program studi untuk magisternya. Menurut saya, Insya Allah tidak percuma. Kuliah bukan hanya untuk mengejar karir. Menuntut ilmu  tidak percuma karena sesungguhnya antara ilmu satu dengan yang lain saling berhubungan. Jangan terlalu hanya terfokus pada satu bidang ilmu saja. Mempelajari beberapa ilmu menurut saya melatih memandang sebuah masalah secara komprehensif. Apalagi bagi studi yang mempelajari tentang manusia dan masyarakat. Kembali ke tujuan kuliah. Menurut saya, kuliah itu proses belajar membentuk pola pikir, mengenal banyak orang, serta membentuk karakter. Saya menikmati proses belajar saya selama S1. Dengan mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi, saya mengenal banyak orang baik yang membantu saya berkembang. Hal ...

Writer’s Block

Beberapa hari ini kebetulan mempunyai kesempatan untuk diskusi dengan beberapa teman mengenai penelitian. Ternyata salah salah satu masalah dalam menulis adalah tidak mulai menulis. Terlalu memikirkan banyak hal hingga akhirnya semakin bingung  saat akan menulis. Sebenarnya mulai saja, kita akan menemukan jalan saat memulai. Jika menemukan masalah, kita bisa menyesaikan satu persatu. Nikmati saja prosesnya. Bagaimana kalau malas menulis? Mempunyai teman yang saling mengingatkan menurut saya penting. Jika sedang tidak mood menulis biasanya saya mengajak teman untuk bertemu untuk diskusi ataupun mengerjakan bersama-sama. Kalau punya anggaran bisa sekali-kali di kedai kopi. Tapi kalau anggaran terbatas, perpustakaan bisa jadi pilihan yang tepat. Tetapkan target bersama kapan akan menyelesaikan tiap bab tulisan. Jika melanggar kesepatakatan mungkin bisa tentukan apa hukuman yang akan didapat. Bulan Juli lalu saya mendapat tips untuk menghadapi kebuntuan menulis  saat mengikut...

Terima kasih Allah

Kadang kita harus merasakan kehilangan Sebelum merasa bahagianya menemukan Terluka, terjatuh ternyata tak selalu menyakitkan Jika melihatnya sebagai sebuah proses Proses mendewasakan dan menempa diri Menjadi pribadi kuat yang lebih dewasa Tak perlu merasa takut Kita tak pernah benar-benar sendiri Selagi ada Allah disisi yang tak mungkin meninggalkan Bahkan Dia kirimkan orang-orang baik untuk menemani Hingga luka itu kini tak terasa lagi Akhirnya kukatakan bahagia dari dalam hati Karena kutahu ada yang menyayangi tanpa henti Dia yang mencipta langit dan bumi Cinta-Nya mampu mengisi sunyi di relung hati Jatuh cinta yang tak mengenal kecewa Terima kasih Allah Depok, 27 Juli 2017

24 tahun

Alhamdulillah. Ya Allah, terima kasih atas kesempatan 24 tahun menjalani hidup. Mohon maaf jika masih banyak khilaf dalam diri ini. Memoriku berusaha mengulang kejadian-kejadian di masa kecil. Bersyukur Allah menakdirkan aku dilahirkan di keluarga yang penuh kasih sayang.  Orang tuaku mengajarkan kesederhanaan sejak kecil. Masa kecilku jauh dari kata mewah. Mereka mengajarkan bahwa bahagia itu sederhana. Karena mereka, aku bisa bilang hidupku bahagia. Aku kurang setuju dengan kata cerdas, beruntung mungkin lebih tepat. Beruntung mempunyai orang tua yang sangat mendukung pendidikanku. Perempuan juga berhak untuk menuntut pendidikan setinggi mungkin. Tujuannya bukan hanya untuk karir namun bagaimana ia dapat bermanfaat bagi orang banyak nantinya.  Pendidikan untuk seorang perempuan juga bukan hanya untuk dirinya tapi untuk lelaki yang didampinginya dan anak-anak yang dilahirkan dari rahimnya. Ayah mengingatkan untuk tetap mengingat kewajibanku. Di umur 24 tahun...

Semudah itukah menyerah?

Bagaimana kau bisa katakan tak menemukan ketika kau tak mencari? Bagaimana kau bisa katakan tak berhasil ketika kau tak mencoba? Bagaimana kau bisa katakan tak mampu ketika kau tak berlatih? Bagaimana kau bisa katakan tak tahu ketika kau tak belajar? Bagaimana kau bisa katakan tak memahami ketika kau tak peduli? Semudah itukah menyerah? Hidup ini tentang perjuangan Nak Jangan berharap diperjuangkan bila kau tak berjuang Mimpi tanpa perjuangan itu cuma akan jadi omong kosong Jangan tertidur di dalam dongeng Bangunlah Depok, 21 April 2016